Bupati Maros Hatta Rahman/Tribunnews

Bupati Maros Hatta Rahman/Tribunnews

Maros, LiputanIslam.com – Untuk urusan penataan pedagang kali lima atau dikenal dengan PKL, nampaknya daerah lain harus melakukan studi banding ke kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Maros dinilai berhasil dalam penataan PKL dikawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB).

Penghargaan atas prestasi Maros tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo di Aula Balaikota Surabaya (12/3) seperti diberitakan oleh Tribunnews.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Bidang Pelayanan Jasa Perkotaan tersebut dari Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo.

Penghargaan tersebut setelah Maros dinilai, mulai dari presentasi hingga peninjauan ke PTB oleh tim juri pada pertengahan tahun 2014.

Hatta berujar “Penghargaan ini membuktikan bahwa pembangunan dan penataan Maros telah sejalan dengan program pemerintah pusat. Sehingga pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada Maros sebagai kota yang paling inovatif dalam penataan PKL.”

PTB ini juga pernah mendapatkan award pada tahun 2013 dalam gelaran Tata Kelola Pemerintah Innovative Government Awad (IGA) 2013. Maros dianggap sebagai kabupaten terinovatif bersama tiga kabupaten lainnya di Indonesia.

Atas penghargaan tersebut Pemda Maros menggelar syukuran pada Jumat malam (12/3) di kawasan PTB. Dalam syukuran tersebut dimeriahkan dengan pesta kembang api sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan yang didapat seperti yang disampaikan oleh ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam seperti dilansir dari RakyatSulsel.com.

“Ini bentuk syukuran buat warga Maros dan kita semua berbangga karena ikon kota Maros pusat kuliner PTB mendapat apresiasi yg terbaik dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini membuat kita semua akan lebih mencintai dan menjaga pusat kuliner kita” pungkasnya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*