Sumber: nu.or.id

Surabaya, LiputanIslam.com– Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan berbagai upaya untuk mencegah berkembangnya  radikalisme, terorisme, dan fundamentalisme di lingkungan kampus. Oleh karena itu, Unusa menggelar diskusi interaktif yang bertema “Milenarianisme, Fundamentalisme, dan Radikalisme: Beberapa Kerangka Konseptual dan Teoritis dalam Mempelajari Terorisme di Indonesia”, di Unusa Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (14/4).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi yang menjadi narasumber acara diskusi tersebut menyampaikan agar mahasiswa menjauhi radikalisme dan fundamentalisme. Hal tersebut dapat dilakukan dengan belajar agama dengan tuntas pada ahlinya. Belajar dengan para kiai atau dengan orang yang benar-benar paham agama.

Sementara Humas Unusa, Ghofiry mengatakan bahwa tindakan preventif ini dilakukan karena Unusa ingin menyebarkan kebaikan dan semangat keberagaman dan kebhinekaan. Menurutnya, mahasiswa unusa juga selama ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Sampai saat ini di Unusa tidak pernah ada tanda-tanda ikut-ikutan tindakan dan pemikiran yang radikal. Mereka lebih terjaga menjadi mahasiswa yang menjunjung tinggi keberagaman, kebhinekaan dan keharmonisan antar anak bangsa,” ucapnya.

Unusa juga mengusung tagline rahmatan lil alamin. “Oleh karena itu Unusa sangat prihatin ketika mendengar, melihat dan membaca berita-berita yang menyudutkan mahasiswa yang ikut-ikutan paham yang termasuk radikalisme maupun ekstrimisme,” jelasnya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*