todungJakarta, LiputanIslam.com– -Aktivis Hak Asasi Manusia, Todung Mulya Lubis mengatakan aksi damai 2 Desember nanti akan menjadi momen sejarah untuk menguji ketahanan Indonesia.

Aksi damai tersebut merupakan aksi lanjutan yang telah dilakukan pada 4 November 2016 silam, terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Kita dihadapkan pada satu momen kritis sejarah republik kalau tidak hati-hati. Apalagi sinyal pendomplengan, penumpang gelap akan sangat masuk pada situasi seperti ini,” kata Todung, pada Senin (28/11/16).

Menurut Todung, jika aksi massa yang rencananya berjalan damai namun tidak dapat dikendalikan, maka kerja keras bangsa Indonesia dalam merajut kehidupan sosial sejak kemerdekaan akan mengalami kemunduran.

“Kalau itu out of hand. Kerja keras keras kita sejak tahun 1945 akan mengalami kemunduran yang luar biasa. Saya tidak bisa bayangkan dari segi ekonomi, politik, dan hukum,” ucap Todung.

Todung menilai, jika hal itu terjadi, maka Indonesia akan kembali memasuki masa-masa sulit sebagai sebuah bangsa. (ra/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL