1303119Unpad780x390youtube

illustrasi/youtube

Bandung, LiputanIslam.com – Selama ini pengelolaan limbah sampah masih menjadi sebuah masalah utama di berbagai daerah baik di kota besar maupun di desa. Beberapa solusi sudah di gulirkan mulai dari pemanfaatan sampah untuk kompos dan biogas hingga mendaur ulang sampah sehingga menjadi produk lain yang bisa di pergunakan kembali. Namun, upaya tersebut masih butuh kesadaran dari berbagai pihak terutama masyarakat. Mengubah mind set inilah yang lebih sulit dibandingkan menggelontorkan dana untuk proyek-proyek pemanfaatan sampah. Namun kali ini program pemanfaatan sampah yang digagas oleh mahasiswa Universitas Padjajaran ini terbilang unik.

Inovasi mahasiswa Indonesia kembali membuat decak kagum. Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung kini tengah merancang sebuah konsep pengolahan sampah tanpa asap sebagai pengalihan limbah sampah menjadi bahan bangunan bernama Rangunkarsa.

Arman Nugraha, mahasiswa asal Fakultas Geologi Unpad tersebut, menciptakan Rangunkarsa setelah melihat kegiatan-kegiatan pengolahan sampah yang selama ini tidak efisien dan tak ramah lingkungan. Dia menjelaskan, sistem kerja dari Rangunkarsa adalah menggunakan batu pasir sebagai penyerap dari limbah sampah.

“Batu pasir yang dipakai sebagai penyerap limbah sampah ini nantinya diolah menjadi bahan bangunan. Dengan begitu, kecil kemungkinan adanya pencemaran,”ujar Arman seperti dilansir oleh Kompas.com, Kamis (22/1/2015).

Rangunkarsa merupakan proyek yang dibuat Arman bersama timnya untuk Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) se-Indonesia pada tahun ini. Rencananya, proyek tersebut akan dilanjutkan dengan masa produksi tiga bulan.

“Bulan depan rencananya kita sudah mulai mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan Rangunkarsa,” tambah Arman.

Sistem Rangunkarsa kini telah lolos dalam seleksi PKM-KC. Sistem tersebut lolos seleksi bersama dengan 218 proposal PKM lainnya yang dikirimkan oleh Unpad. Dikti saat ini telah meloloskan 7.646 proposal PKM yang nantinya akan dimonitor dan dievaluasi pada Juni 2015.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL