umm/dok.umm

umm/dok.umm

Malang, LiputanIslam.com – Universitas Muihammadiyah Malang (UMM) tahun ini berhasil meraih dan mempertahankan prestasinya sebagai kampus unggul melalui Anugerah Kampus Unggul (AKU) untuk yang kedelapan kalinya secara berturut-turut dari Kopertis VI Jawa Timur.

Rektor UMM Prof Dr Muhajir Effendi, Sabtu, mengatakan UMM tidak saja berhasil mempertahankan gelar sebagai kampus paling unggul di kawasan Jatim, tetapi tahun ini skor nilai UMM juga meningkat dibandingkan tahun lalu.

Skor tahun ini semakin jauh meninggalkan kampus-kampus lainnya di Jatim.

“Tahun ini UMM meperoleh skor 744,33 atau di atas Universitas Kristen (UK) Petra yang berhasil meraih skor 584,00 dan Universitas Katolik Widya Mandala yang mengoleksi skor 481,29. Peningtakan skor UMM ini teutama dipicu produktivitas penelitian, prestasi mahasiswa serta kerja sama internasional,” kata Muhajir, seperti dilansir dari ANTARA.

Penilaian AKU meliputi tiga komponen dasar penyelenggaraan perguruan tinggi, yakni kelembagaan dan kerja sama, pendidik dan tenaga kependidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pembelajaran dan pembinaan kemahasiswaan.

Sementara itu Kepala Humas UMM Nasrullah mengatakan berdasarkan informasi dari koordinator Kopertis VI, Prof Dr Suprapto, komponen penilian dirinci lagi secara cermat dan lebih rigit, sehingga menghasilkan skor angka penilaian itu.

“Itu merupakan penilaian terhadap kaidah akademik dan permasalahan internal perguruan tinggi. Ketidaktaatan pada azas itu tentu akan mengurangi penilaian,” ucapnya.

Selain kategori universitas, Kopertis juga menganugerahkan AKU untuk kategori institute, sekolah tinggi, akademi dan politeknik. Namun, dari total skor untuk seluruh kategori, tiga kampus tersebut merupakan peraih skor tertinggi.

Penghargaan yang diberikan kepada perguruan tinggi swasta (PTS) ini cukup bergengsi, sebab PTS di lingkungan Kopertis se-Jatim terpacu untuk memperoleh AKU yang diberikan setiap tahun.

Selain itu kampus-kampus juga menjadikan AKU sebagai media publikasi positif. “Anugerah ini cukup bergengsi, sehingga berhasil merangsang PTS berpacu dalam mengejar kualitas,” katanya.

Sejak digelarnya AKU pertama kali pada 2008, UMM belum pernah tergeser di posisi puncak. “Masyarakat sekarang ini lebih banyak melihat kualitas sebagai pertimbangan daripada status negeri atau swasta, apalagi kampus-kampus yang sudah terakreditas A,” kata Nasrul.

Keunggulan UMM dalam pengumpulan skor, banyak disumbang dari nilai kerja sama dalam negeri maupun internasional secara riil dengan melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa serta penelitian bersama, kualitas dosen, dan prestasi mahasiswa. (Antara/fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL