illustrasi/channelweb

illustrasi/channelweb

Yogyakarta, LiputanIslam.com – Kejahatan dengan bantuan menggunakan media internet semakin meningkat. Belum lagi kejahatan-kejahatan yang dilakukan bermula dari percakapan di media sosial dapat ditemukan di era digital ini. Sebagai salah satu contoh kasus yang kini marak adalah terungkapnya praktik prostitusi online dengan menggunakan media sosial twitter.

Menyikapi hal-hal seperti itu, Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menghasilkan aplikasi Twit Forensic untuk membantu penegak hukum mengungkap kasus kejahatan berdasarkan barang bukti aktivitas pada twitter.

“Aplikasi itu dikembangkan oleh alumnus Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Arif Nugrahanto,” kata Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) FTI UII Yudi Prayudi di Yogyakarta, Sabtu, seperti dilansir dari Antara (18/4).

Menurut dia, aplikasi Twit Forensic dapat digunakan sebagai alat investigasi artefak digital twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang bersangkutan. Aplikasi itu membantu penegak hukum melakukan analisis dan identifikasi untuk mendukung proses penyidikan.

“Meskipun belum maksimal, aplikasi itu cukup andal untuk memberikan support ketersediaan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan. Aplikasi itu juga membantu ketergantungan dari berbagai tools forensics yang dihasikan vendor luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan twitter merupakan media sosial yang semakin banyak digunakan sebagian besar masyarakat dunia. Tampilan dari twitter yang tergolong simpel dan cara komunikasi yang sederhana menjadi salah satu daya tarik dari media sosial itu.

Namun, kata dia, pengaduan masyarakat tentang hal-hal yang dianggap merugikan berdasarkan aktivitas seseorang melalui twitter sudah mulai banyak diterima penegak hukum.

“Hal itu menuntut penegak hukum untuk memiliki kemampuan baik dari aspek teknologi, pengetahuan maupun keterampilan untuk mengungkap kasus yang ditanganinya yang didasarkan pada barang bukti berupa aktivitas twitter,” katanya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL