Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Universitas Indonesia (UI) menyatakan akan menindak tegas mahasiswa yang terbukti masuk dalam organisasi radikal atau yang terbukti berpaham radikal. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Informasi Publik UI, Rifelly Dewi Astuti menyatakan bahwa sanksinya sendiri mulai dari surat teguran hingga pemecatan terhadap mahasiswa tersebut.

“Sanksinya bervariasi, dari teguran keras, skors, sampai dikeluarkan sebagai sivitas UI,” ucapnya di Jakarta seperti dilansir tempo.co pada Senin (28/5).

Menurut Rifelly, UI telah berupaya mencegah masuknya radikalisme ke dalam kampus. UI telah melakukan pencegahan sejak masa penerimaan mahasiswa baru. UI juga melakukan pengawasan ketat dalam memberi izin kegiatan mahasiswa. “Kami sigap mengawasi segala bentuk aktivitas mahasiswa,” ujarnya.

Sebelumnya Direktur Pencegahan BNPT, Hamli mengatakan bahwa UI salah satu kampus yang terpapar radikalisme berbasis agama. Radikalisme juga menyusup ke Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Islam Negeri Alauddin.

Sementara Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Purwanto mengatakan bahwa temuan BNPT tersebut sejalan dengan survei Badan Intelijen Negara yang dirilis April lalu. Dari 20 perguruan tinggi yang disurvei di 15 provinsi selama 2017, 39 persen mahasiswanya antidemokrasi dan tak setuju Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. “Sekitar 23 persen mahasiswanya setuju bentuk negara Islam,” ujarnya. (ar/tempo).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*