OPMJakarta, LiputanIslam.com — Di tengah berbagai kemelut yang terjadi di Tanah Air, ada kabar mengembirakan yang datang dari Papua. Puluhan anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang bermarkas di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, menyatakan keinginan untuk turun gunung kembali menjadi warga Indonesia. Mereka ingin hidup normal berbaur dengan saudara mereka lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh 23 orang yang menjadi perwakilan TPN/OPM di wilayah Tingginambut kepada Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII Cenderawasih Brigjen TNI Tatang Sulaiman beserta rombongan di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut Tatang, alasan para pengikut Goliat Tabuni itu turun gunung karena merasa pembangunan sudah masuk ke daerah mereka. “Pada dasarnya mereka merindukan hidup pada tatanan aman dan nyaman,” kata Tatang kepada wartawan di Jayapura, seperti dilansir Kompas, 25 Maret 2015.

Mereka juga berharap untuk dibangunkan honai (rumah) dan tetap mempertahankan komandan Pos Ramil yang memberi perhatian kepada mereka. “Mereka ditampung di penginapan sementara dan untuk permintaan mereka akan dikomunikasikan dengan Bupati Puncak Jaya untuk membangun perumahan,” ungkap Tatang.

Seperti diketahui, OPM adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk yang bercita-cita dan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baku hantam antara kelompok separatis ini melawan TNI kerap terjadi dan menelan banyak korban jiwa diantara kedua belah pihak.

Tinjau pos TNI di Pegunungan Tengah Papua

Sebelumnya, rombongan Kasdam XVII Cenderawasih meninjau pos TNI dari Kabupaten Jayawijaya, Tolikara, dan Puncak Jaya. Dalam kunjungan tersebut, menurut Tatang, pihaknya ingin melihat kesiapan pasukan dan kondisi pos TNI dan rute perjalanan dari Kabupaten Jayawijaya, Tolikara, dan Puncak Jaya.

“Peninjauan ini untuk pemetaan wilayah menghadapi berbagai kerawanan di daerah tersebut. Selain itu, untuk mengetahui alat transportasi yang pas untuk pengiriman pasukan dan logistik,” kata Tatang.

Tatang mengatakan, kehadiran mereka akan menambah moril pasukan dan sekaligus untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi prajurit di lapangan. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi prajurit TNI di Pegunungan Tengah, seperti kondisi medan yang ekstrem (dingin) serta kendala peralatan komunikasi. “Ini akan menjadi masukan untuk Kodam XVII Cenderawasih dan akan dilaporkan kepada pimpinan,” tegas Tatang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*