Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Korp Putri Pengurus Besar Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PB PMII) menggelar festival budaya di Wisma Menpora Jakarta Pusat pada Rabu (30/5). Kegiatan festival budaya ini digelar sebagai salah satu upaya mencegah paham radikalisme masuk di kalangan mahasiswa di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum KOPRI PB PMII, Septi Rahmawati mengatakan bahwa pergelaran budaya sengaja dipilih karena budaya merupakan media terbaik yang bisa digunakan untuk menangkal radikalisme. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari upaya mencegah radikalisme dengan budaya sebagai medianya,” ucapnya.

Septi menjelaskan bahwa festival budaya ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dan keprihatinan KOPRI terhadap menurunnya rasa toleransi serta meningkatnya paham radikalisme yang berujung pada aksi teror yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya, budaya merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyebarkan nilai perdamaian dan persatuan, Walisongo menyebarkan ajaran agama Islam dengan budaya, dan saat ini pun budaya masih sangat relevan untuk membangkitkan nilai perdamaian dan persatuan.

Acara festival Budaya tersebut diisi dengan rangkaian acara lomba tari, lomba menyanyi serta bazar ekonomi kreatif. Bazar sendiri menampilkan aneka produk makanan, lukisan hingga aneka kerajinan tangan produksi kader KOPRI se Indonesia. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*