Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Solidaritas Lintas Agama untuk Kemanusiaan “Yerusalem Ibukota Palestina” menyatakan bahwa membela kemerdekaan Palestina merupakan membela kemanusiaan. Sikap para tokoh lintas agama ini adalah langkah tegas menolak pernyataan Presiden Amerika serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Hadir dalam pernyataan sikap di Gedung PBNU Jakarta pada Jumat (15/12) itu adalah Mgr. Ignatius Suharyo (Konferensi Wali Gereja), Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat (Persekutuan Gereja Indonesia), Jandi Mukianto (Walubi), Peter Lesmana (Matakin), Arya Prasetya (NSI),KH Said Aqil Siroj (Ketum PBNU), H. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU), H. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU) dan H. Robikin Emhas (Ketua PBNU).

Sekretaris Jenderal PBNU, H Helmy Faishal Zaini yang membuka pertemuan jumpa pers tersebut mengatakan bahwa para tokoh lintas agama sepakat menolak sikap Amerika soal Yerusalem. “Alhamdulillah di sini telah hadir tokoh lintas agama. Kita semua sepakat dalam menolak klaim sepihak Presiden AS Trump terkait ibukota Israel,” ucapnya.

Sementara Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa Israel telah membuat rakyat Palestina sengsara. Apa yang terjadi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan. Oleh karena itu perlu ada upaya perdamaian dan dukungan untuk hak-hak Palestina.

“Sejak negara Israel hadir, korban harta dan nyawa jatuh setiap hari. Ini merupakan tragedi dan bencana kemanusiaan. Kita hadir di sini sepakat untuk mengupayakan agar mereka hidup harmonis berdampingan. Kita ingin perdamaian di Timur Tengah. Kita jelas mendukung hak-hak Palestina,” ungkapnya.

Menurut Kiai Said, masalah kedaulatan semua bangsa di dunia untuk sekarang ini harusnya sudah selesai. Tetapi ternyata masih saja ada negara yang belum berdaulat. Palestina harus lepas dari penjajahan biadab Israel. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*