Purwakarta, LiputanIslam.com – Deklarasi anti-Syiahbakal digelar pada Minggu 15 November 2015 di Aula Universitas Pendidikan Indonesia, Purwakarta, Jawa Barat. Kepolisian setempat meminta acara itu dibatalkan sebab berpotensi menimbulkan konflik.

“Ini muncul dari hasil komunikasi dengan para ulama dan tokoh agama setempat terkait potensi negatif dari acara yang berbau intoleransi. Setelah berdiskusi, kami merasa bahwa deklarasi ini memang berpotensi menimbulkan konflik,” ujar Kapolres Purwakarta AKBP Truno Yudo Wisnu Andiko.

Oleh karena itu, Polres Purwakarta tidak mengeluarkan izin atas acara tersebut. Polisi pun berupaya melakukan pencegahan.

Sementara Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta Letnan Kolonel CZI Cahyadi Amperawan mengatakan, sebaiknya acara seperti itu tidak dilakukan. Sebab, pada akhirnya hanya mendiskriminasikan golongan tertentu.

“Kami khawatir jika deklarasi terjadi, malah akan menimbulkan konflik antara minoritas dan mayoritas di Purwakarta di masa datang,” tuturnya.

Sementara Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah(ANNAS) Awod Abdul Gadir mengatakan, deklerasi itu sebetulnya merupakan gerakan nasional dan internasional. Awod pun meyakinkan tidak akan pernah ada aksi kekerasan yang muncul pasca-deklarasi. (ba)

—–

Sumber: Okezone.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL