dok.ITS

dok.ITS

Jakarta, LiputanIslam.com – Pada lomba merancang kendaraan yang hemat bahan bakar, Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2015 di Manila, Filipina, Tim Sapu Angin (SA) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali berhasil menjadi juara.

Kompetisi yang dihelat sejak 26 Februari hingga 1 Maret itu Tim SA ITS menjadi satu-satunya tim dari kampus Indonesia yang berhasil meraih juara I dari 29 tim yang berlaga.

Kemenangan Tim SA ITS sebagai juara di kategori urban concept diesel, disusul Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang harus rela menempati posisi II dan III di kategori yang sama.

Pada kategori urban concept diesel, ITS unggul dengan rekor baru 153 km per liter melebihi rekor yang diperoleh pada tahun lalu. Hal inilah yang akhirnya menobatkan ITS sebagai juara I SEM 2015 kategori urban concept diesel.

Universitas Sumatera Utara (USU) dalam kompetisi Shell Eco Marathon Asia 2015. Tim Horas berhasil mendapat juara 2 di Kelas Ethanol.

Kompetisi mobil hemat bahan bakar ini diikuti oleh ratusan tim mahasiswa dari berbagai negara. Kapten Tim Horas, Arie Mathius Bangun, mengakui bahwa saingan yang mereka hadapi sangatlah berat, seperti dilansir dari Okezone.

Dikutip dari laman resmi Shell, Shell Eco-marathon pertama kali diselenggarakan pada 1939 di laboratorium penelitian Shell di Amerika Serikat sebagai pertandingan persahabatan antar ilmuwan untuk mengetahui siapa yang dapat menempuh jarak terjauh dengan segalon bahan bakar pada kendaraannya. Pemenang lomba ketika itu hanya mampu menempuh jarak 50 mpg (21 km/l), dan dari sejarahnya yang sederhana ini, pertandingan persahabatan tersebut berkembang menjadi kompetisi yang dikelola dengan lebih rapi.

Pada 1985, di Prancis, lahirlah Shell Eco-marathon seperti yang kita kenal saat ini. Pada April 2007, Shell Eco-marathon Americas diselenggarakan di Amerika Serikat, dan pada 2010, pembukaan Shell Eco-marathon Asia diselenggarakan di Malaysia. Malaysia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Shell Eco-Marathon Asia sampai dengan 2013. Sejak 2014, Manila, Filipina, menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi ini, dan akan terus menyelenggarakannya sampai dengan 2016. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*