Sumber: nujateng.com

Tegal, LiputanIslam.com– Rais Suriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Subhan Makmun mengatakan bahwa masjid tidak hanya cukup dibangun dengan indah, tetapi juga harus diramaikan dengan ibadah. Sebab, banyak masjid yang dibangun dengan megah, namun tidak banyak yang meramaikannya dengan kegiatan ibadah. Hal itu disampaikan Kiai Subhan pada acara peringatan Isra Mi’raj di Masjid Agung Kota Tegal, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Senin (2/4).

Kiai Subhan mengisahkan bahwa dirinya pernah ditanya oleh KH Maimoen Zubair saat berkunjung ke pesantrennya. Mbah Moen bertanya: “Apa bedanya kalimat innamâ ya’muru masâjidallah dan kalimat inaamâ yu’ammiru masâjidallah? Mengapa di dalam Al-Qur’an bunyinya innamâ ya’muru masâjidallah bukan inaamâ yu’ammiru masâjidallah?”

Mendapat pertanyaan seperti itu Kiai Subhan menjawab, “Kalau ya’muru maka bentuk masdarnya ‘imârah, sedangkan yu’ammiru bentuk masdarnya ta’mîr.”

“Saya tidak bertanya soal ilmu sharaf, Gus. Yang saya tanyakan adalah faedahnya. Apa faedahnya Al-Qur’an menyebutkan innamâ ya’muru masâjidallah bukan inaamâ yu’ammiru masâjidallah?” timbal Mbah Maimoen.

Mendapat pertanyaan demikian sejenak Kiai Subhan terdiam. Ia merasa sedang diuji oeh Mbah Maemun. Namun tak berapa lama dalam diamnya Kiai Subhan tiba-tiba serasa disodori kitab Tafsir Baidlowi yang pernah ia pelajari di tahun delapan puluhan. Dengan sangat jelas ia teringat apa yang pernah dipelajari di dalam kitab tafsir tersebut yang merupakan jawaban atas pertanyaan yang sedang dihadapi.

Maka kemudian Kiai Subhan menyampaikan jawaban kepada Mbah Maimoen, “Kalau ya’muru itu meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan seperti shalat tahiyatul masjid, pembacaan Al-Qur’an, dzikir dan lain sebagainya. Sedangkan yu’ammiru itu meramaikan masjid dengan menghiasi bangunannya saja.”

Oleh karena itu, Kiai Subhan dirinya mengaku meminta kepada pengurus masjid Agung di Brebes, tempat di mana Kiai Subhan tinggal untuk tidak menutup masjid selama dua puluh empat jam agar siapapun bisa melakukan shalat di dalamnya kapanpun mereka datang. “Dan alhamdulillah Masjid Agung Brebes selama dua puluh empat jam selalu ramai dikunjungi para musafir yang hendak melakukan shalat,”  ucapnya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*