Sumber: republika.co.id

Pati, LiputanIslam.com– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Muhammad Zainul Majdi menyatakan bahwa keislaman dan kebangsaan dapat berjalan bersama. Menurutnya, keislaman dan kebangsaan itu bisa berjalan dalam satu tarikan nafas yang sama dan tidak perlu dipertentangkan. Hal itu ia sampaikan saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/2).

“Kalau tidak ada saling percaya tidak mungkin bisa maju. Islam harus menjadi lokomotif pembangunan,” ucapnya.

Menurut TGB, kita hendaknya melihat negara-negara di Timur Tengah yang selama ini menjadi rujukan bagi dunia Islam justru tercerai-berai akibat perbedaan. Ia berharap Semua pihak mampu bersama-sama menjaga persatuan dan melenyapkan segala dikotomi antara kebangsaan dan keislaman.

TGB mengingatkan akan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Bahkan dengan persatuan dan kesatuan itu, kita bangsa Indonesia memiliki potensi besar yang bisa dicontoh dunia Islam lainnya terkait keutuhan bangsa dan sikap saling menghormati antar anak bangsa.

Menurutnya, Indonesia merupakan karunia dari Allah SWT yang wajib dijaga dengan sebaik-baiknya. “Di Indonesia, dulu bentuknya ada kerajaan-kerajaan Islam dan dengan ikhlas bergabung ke NKRI, di tengah pasang surut peradaban Islam di Indonesia ini, alhamdulillah tetap nyambung sanadnya sampai sekarang,” ungkapnya.

Namun demikian, umat Islam Indonesia memiliki tantangan besar di masa yang akan datang dan harus mempersiapkan diri dengan ilmu. Bagi TGB, ilmu menjadi penggerak suatu peradaban. Persoalan keilmuan, lanjut dia, merupakan pekerjaan rumah bagi seluruh elemen untuk menggerakan peradaban ke depan. “Saya yakin betul Indonesia jadi contoh bagi dunia Islam,” tambah TGB. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*