Sumber: nu.or.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Gus Irwan Masduqi menyampaikan bahwa konsep khilafah yang dicita-citakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ternyata memang dikaji juga oleh para santri di Indonesia. Menurutnya, di dalam kitab Fathul Muin ada bab tentang iqamatul khilafah. Begitupun dalam kitab Fathul Qarib. Terlebih dalam kitab Al-Ahkam al-Sulthaniyah yang banyak sekali membahas penegakan khilafah Islamiyah.

“Pemahaman Hizbut Tahrir juga ada dalam kitab-kitab pesantren. Tetapi, kenapa rujukannya itu sama, konsep khilafahnya sama, tetapi dalam bernegaranya (hasilnya dengan pesantren) berbeda? ” katanya pada acara Halaqah Kepesantrenan di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, pada Sabtu (20/1).

Menurutnya, para kiai dan ulama Nusantara ternyata telah melakukan kontekstualisasi, bahkan telah mendekonstruksi (menata ulang) wacana khilafah tersebut. Konsep khilafah dikontekstualisasikan dengan kondisi keberagaman dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Ternyata kiai ini dalam bahasa kritisnya sudah melakukan kontekstualisasi. Bahkan dalam bahasa yang lebih radikal, sudah melakukan dekonstruksi wacana terhadap konsep-konsep khilafah,” katanya. “Kita hidup di Indonesia harus ada aktualisasi, harus ada kontekstualisasi” ucapnya.

Gus Irwan mengatakan bahwa konsep khilafah hanya cocok untuk Islam dulu, tetapi tidak untuk masa dan tempat bangsa Indonesia sekarang. “Bahkan Imam Ibnu Taimiyah dalam fatawanya menyatakan, sekarang ini sudah tidak mungkin lagi mendirikan khilafah dengan satu khalifah. Makanya, Ibnu Taimiyah menyatakan, yajuzu ta’addudu al-aimmah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa khilafah itu adalah produk politik masa lalu. Oleh karenanya, ulama Indonesia berhak melakukan ijtihad siyasi untuk membangun negara bangsa, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ini tidak bertentangan dengan Islam,” tegasnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*