Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ratusan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan protes keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait pengakuan sepihak atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Mereka menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Puti Hasni, keputusan Amerika terhadap Yerusalem tersebut akan membahayakan stabilitas dunia.

“Keputusan Presiden AS Donald Trump sangat berbahaya bagi stabilitas global, dan potensi bahayanya tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah, namun juga di seluruh belahan dunia,” ujarnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (9/12).

Menurut Hasni, keputusan AS itu harus digugat ke sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan dapat dipertimbangkan dengan sangat untuk dibatalkan. “NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, dapat berinisiasi mengirim surat resmi penolakan kepada PBB, serta menindaklanjuti sikap Donald Trump melalui berbagai saluran komunikasi global,” ucapnya.

Sementara hal senada juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid yang menyatakan bahwa sikap IPNU adalah mendukung 100 persen sikap Pemerintah Republik Indonesia menolak pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem.

Ia juga mendorong Kemenlu RI melakukan tindakan-tindakan diplomatic dengan berbagai pihak untuk menolak sikap Amerika Serikat. “Sesuai arahan para kiai pada keputusan Muktamar NU ke-33 di Jombang, NU mendukung Palestina dan berada di belakangnya. Kami mendorong negara-negara anggota PBB untuk menolak memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem,” serunya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*