Sumber: muslimoderat.net

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyampaikan pandangannya terkait isu kebangkitan PKI yang menjadi kegaduhan di tengah masyarakat akhir-akhir ini. Menurutnya, persoalan PKI merupakan persoalan sejarah masa lalu yang menyedihkan. Oleh karenanya, ia meminta kepada semua pihak untuk tidak mencari kambing hitam atas peristiwa tersebut.

“Soal PKI itu sejarah bangsa yang menyedihkan jadi tidak usah cari kambing hitam. Memang ada yang salah, ada korban. Menurut saya lupakan, itu sejarah,” ujarnya di Gedung PBNU Jakarta, seperti dilansir muslimoderat.net, pada Minggu (24/9).

Menurut Kiai Said, sebenarnya setiap tahun mendekati 30 September soal PKI telah menjadi pro dan kontra. Hanya saja, tahun ini menjadi besar karena mendekati tahun politik. “Setiap tahun dibicarakan. Jokowi dituduh PKI, Hidayat Nurwahid keluaran Madinah juga dituduh PKI, mudah sekali menuduh orang PKI. Tahun ini ya tahun politik, menjadi besar karena ada hubungan 2019,” ungkapnya.

Terkait isi film G-30S/PKI yang masih mengalami perdebatan karena dianggap berlebihan, menurut Kiai Said hal itu wajar saja. “Dalam film itu ada bagian yang disiksa memang keterlaluan, ada bunga-bunganya, ada tambahan sana sini wajar saja,” ucapnya.

“DN Aidit itu tidak merokok aslinya, tapi di film itu diceritakan dia merokok, jadi dilebih-lebihkan. 65 persen adegan benar, 35 persen adegan berlebihan,” tambah Kiai Said mencontohkan. (Ar/Muslim Moderat/Surat Kabar).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL