Sumber: Kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang mendampingi pertemuan Presiden Jokowi dengan ulama Aceh di Istana Negara mengatakan bahwa pertemuan itu membicarakan beberapa hal, terutama terkait isu-isu miring yang sering menimpah Presiden Jokowi. Para ulama Aceh meminta klarifikasi, dan Presiden Jokowi pun memberikan jawaban terkait isu-isu tersebut.

“Terkait Bapak Presiden itu antek asing atau tidak, kemudian isu PKI, isu tidak memperhatikan umat Islam, dan seterusnya, dan seterusnya yang semuanya itu dijawab oleh Bapak Presiden bahwa itu semua tidak benar,” katanya usai mendampingi Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/3) siang.

Menurut Menag, para tokoh agama dan ulama Aceh mengharapkan agar Presiden sebaiknya tidak lagi diam saja menyikapi isu-isu yang tidak berdasar itu, dan mereka meminta Presiden lebih tegas untuk menjawab, mengklarifikasi bahwa semua isu-isu apalagi yang berkembang di media sosial (medsos) itu tidak benar. Para ulama Aceh juga mengaku siap membantu meluruskan isu-isu miring tersebut.

“Mereka para ulama itu, tokoh-tokoh masyarakat sangat mendukung dan bersedia sepenuhnya membantu Bapak Presiden untuk menyebarluaskan jawaban terhadap berita-berita yang tidak berdasar itu,” ucapnya.

Sementara perwakilan ulama Aceh, Teungku H. Nuruzzahri Yahya menyatakan bahwa pihaknya siap menyampaikan klarifikasi Presiden Jokowi itu ke masyarakat. Namun, ia juga menegaskan bahwa hal ini bukan sebagai kampanye, tetapi hanya semata untuk membantu umat agar tidak terjebak pada berita bohong atau hoaks.

“Benarkan yang memang benar, tidak benarkan yang salah. Kami bukan timses. Kami hanya akan menyampaikan, bagaimana kalau yang tidak benar itu nanti dibenarkan umat, apa jadinya?” ungkapnya. (aw/setkab/kompas).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*