Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa proses demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, menurutnya jangan sampai sistem yang sudah baik itu dikacaukan oleh hal-hal yang tidak perlu. Kiai Said mengingatkan bahwa tatanan kebangsaan jangan sampai dirusak hanya karena ambisi kekuasaan.

“Demokrasi silakan, misal ada dua calon, nggak seneng ini gak usah dipilih, nggak seneng si A gak usah dipilih, gak seneng si B gak usah dipilih, buat apa harus menggunakan isu agama dan SARA, jangan sampai memburu kekuasaan yang hanya lima tahun tetapi merusak tatanan kebangsaan yang sudah berjalan bertahun-tahun,” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (5/1).

Menurutnya, demokrasi kita yang sudah sangat baik ini jangan dirusak oleh isu-isu SARA. Penggunaan isu SARA yang sangat menyedihkan cukup terjadi pada Pilkada DKI 2017 lalu. Jangan terulang lagi. Harapannya pesta demokrasi 2018 dan 2019 ini menjadi proses demokrasi yang benar-benar menjunjung tinggi kejujuran dan  profesionalitas.

Kiai Said mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk dewasa dalam berdemokrasi dan toleran dalam beragama dan berbangsa. “Jadikan bangsa Indonesia dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia sebagai kiblat perdamaian, budaya, peradaban bagi dunia internasional,” ungkapnya.

Penggunaan sentimen SARA, penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian (hate speech) harus dihentikan. Masyarakat juga diimbau agar cerdas, arif, dan bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Teknologi seperti internet mesti digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan perdamaian, bukan fasilitas untuk menjalankan kejahatan dan merancang permusuhan. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*