Suharto, Supir Taksi Express yang mengembalikan uang penumpang yang tertinggal/kompas.com

Suharto, Supir Taksi Express yang mengembalikan uang penumpang yang tertinggal/kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Entah apa reaksi para oknum anggota DPR dan oknum Pejabat yang ketahuan korupsi milyaran rupiah ketika membaca berita ini. Seorang supir taksi Express yang tengah membutuhkan uang untuk menebus ijazah anaknya yang baru lulus karena menunggak SPP lima bulan, dengan sukarela dan penuh kesadaran mengembalikan uang dollar Australia dengan taksiran sekitar RP 100 juta kepada pemiliknya.

Kejujuran Suharto, Supir Taksi Express yang mengembalikan barang penumpang yang tertinggal ternyata bukan kali ini saja mengalaminya. Namun kali ini nominal uang yang tertinggal sangat besar dibandingkan sebelumnya, seperti dilansir dari kompas.com.

Uang dollar Australia tersebut merupakan milik penumpang yang naik dari kawasan AXA Tower Kuningan, Jakarta Selatan. Penumpang tersebut diketahui bernama Liani dan suaminya yang turun di kawasan Apartemen Sudirman. Meskipun tahu bahwa ongkos argonya hanya Rp 20.000 namun Suharto tak tega karena suami istri tersebut telihat lelah dan mengantuk.

Akhirnya Suharto mengantarkan pasangan itu meskipun uang setorannya belum cukup untuk mengganti uang bensin selama mencari setoran. Suharto saat itu memang tidak memeriksa bagian belakang secara seksama, hanya menoleh kearah kursi belakang saja, saat penumpangnya turun. Bahkan saat itu dia telah mengingatkan pada penumpangnya agar tidak ada barang yang tertinggal.

Untunglah yang menemukan Suharto dan bukan orang lain. Lantas setelah mendapatkan telpon dari kantor bahwa ada barang yang hilang, kemudian Suharto langsung meluncur ke kantornya untuk segera memeriksa barang yang ada di belakang joknya itu. Tak disangka ternyata isinya uang dollar Australia yang menurut pengakuan pemiliknya akan digunakan sebagai biaya berobat kanker.

Sudah rejeki Suharto, akhirnya pemiliknya, ibu Liani memberikan imbalan berupa dua lembar dollar Australia pecahan 100 dollar. Pemberian itu sebenarnya tidak diharapkan Suharto namun diberikan sebagai ungkapan rasa terimakasih pemiliknya karena uangnya kembali. Suharto mengucap syukur karena dari imbalan tersebut ia bisa membayar tunggakan SPP anaknya yang tidak dibayar selama lima bulan. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL