dokterJakarta, LiputanIslam.com–Prof. Dokter TARUNA IKRAR M.D., M.Pharm., Ph.D. adalah seorang spesialis senior dan peneliti utama di University of California, Amerika Serikat. Pria kelahiran di Makasar, 15 April 1969 ini mendapat gelar PhD (Philosophy of Doctor) dengan keahlian ilmu penyakit jantung (cardiology). Ia berperan aktif di Society of Neurosciences, Center for Interregional Study, Asia Pacific Heart Rhythm Association, International Society for Heart Research.

Taruna juga adalah penulis  dan kolumnis handal. Bukunya berjudul “Ilmu Neurosains Modern, dan Mutiara Pengetahuan Kedokteran Modern” berhasil “mengguncang” Amerika Serikat dan Indonesia. 

Pada tahun 2009, Taruna bersama tim berhasil menemukan “High Resolution and Fast Functional Mapping of Cortical Circuitry Through a Novel Combination of Voltage sensitive dye Imaging and Laser Scanning Photostimulation” dengan nomor paten: 2009-623-1. Karya ilmiah internasionalnya lebih dari 56 publikasi di berbagai jurnal ilmiah bereputasi internasional.

Dokter multitalenta ini bereputasi internasional di bidang farmasi, jantung, neurosains, elektrofisiologi. Dialah dokter pertama dari Indonesia yang sukses menerbitkan karya ilmiahnya di Jurnal Nature dengan judul “A Disinhibitory Microcircuit Initiates Critical Period Plasticity in Visual Cortex” (2013).

Berkat prestasinya dan mahakaryanya di Jurnal Nature (tempat para peraih nobel mempublikasikan karyanya), paten pemetaan fungsi otak, keterlibatan di proyek virtual yang disponsori oleh USA, tulisannya yang dimuat berbagai media massa cetak nasional dan internasional, ia terpilih menjadi satu dari sepuluh tokoh yang menghiasi rubrik Liputan Khusus: Tokoh Penemu bertajuk “Mereka yang Tak Mengutuk Gelap”, Tempo 19 Agustus 2012. Satu dari enam tokoh “Pengawal Kewibawaan Ilmu Pengetahuan” versi Koran SINDO, diberitakan pada tanggal 21 Juni 2015 di halaman 8-9, dan pada tahun 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, menganugrahkan “Akil Award” kepada Dr. Ikrar, atas prestasi tertingginya di bidang pengembangan ilmu kedokteran.

Wakil Presiden I4 atau Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (International Indonesian Scholarship), periode 2011-2015 ini mengemukakan rahasia suksesnya. Dalam hidup ini dibutuhkan tiga hal, yaitu: cita-cita hidup, tujuan hidup, dan pegangan hidup. Untuk menggapai semua itu, diperlukan pegangan hidup (agama) untuk mengantarkan kebahagiaan hidup di dunia-akhirat. (ra/icmi.or.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL