Sumber: nu.or.id

Palangkaraya, LiputanIslam.com– Pembukaan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Rakernas Pergunu) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ikut diramaikan dengan tabuhan rebana dan tarian khas Dayak Tari Mandau. Hadirnya tarian Mandau  sebagai upaya meneguhkan kearifan lokal (local wisdom). Sebab, NU sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah) tidak hanya terus berupaya memperkuat agama dan nasionalisme, tapi juga memperkuat tradisi lokal.

Misbahul Rizki penari Tarian Mandau mengatakan bahwa tarian mandau memiliki gerakan-gerakan dengan filosofi mendalam. “Kami bangga sekali bisa tampil di setiap kegiatan nasional untuk membawakan kesenian tradisional daerah kami. Kami pernah tampil di Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) dan kegiatan Pra-Munas dan Konbes tahun kemarin,” ujarnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (4/5).

Tari Mandau merupakan salah satu kesenian tari tradisional suku Dayak yang menampilkan atraksi dalam memainkan Mandau sebagai properti tariannya. Nama Tari Mandau diambil dari properti yang digunakan dalam tarian tersebut, yaitu Mandau. Mandau merupakan senjata tradisional suku Dayak yang berbentuk parang/pedang.

Menurut keterangan masyarakat lokal, gerakan Tari Mandau lebih mengedepankan atraksi dan seni tari yang indah dalam memainkan senjata berupa Mandau dan perisai. Berbeda dengan Tari Mandau Kinyah yang lebih mengedepankan unsur teatrikal dan seni perang dalam pertunjukannya.

Sementara Menteri Agama RI (Menag) ,Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Guru-guru Nahdlatul Ulama merupakan salah satu tulang punggung kemajuan pendidikan di Indonesia. Terutama dalam mendidik dan mengajarkan paham keagamaan yang moderat untuk memperkuat kebinekaan bangsa Indonesia kepada para anak didik dan generasi muda. . Menag juga melakukan tabuhan rebana sebagai tanda dibukanya Rakernas Pergunu ke-2 tahun 2018 tersebut. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*