Sumber: tangerangonline.id

Riyad, Liputanislam.com– Tari Ratoh khas Aceh ikut memeriahkan acara festival kebudayaan internasional Janadriyah di Ibukota Riyad Arab Saudi. Para Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) menampilkan tarian tersebut. Demikian disampaikan Kabag Umum Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag),  Ali Ghozi di Riyad, pada Senin (31/12).

“Siswa MAN IC di sini menampilkan Tari Ratoh. Kami tampil pada 29 Desember 2018 lalu. Tari Ratoh berasal dar Aceh. Tarian ini menggambarkan perpaduan harmonis antara gerak badan dan tangan. Tarian ini terdiri dari gerakan dalam posisi duduk,  berlutut,  membungkukkan badan,  menepuk dada,  menggelengkan kepala,  menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri serta gerakan-gerakan lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, tarian ini memiliki arti puji-pujian dan dzikir terhadap Allah SWT yang didendangkan sambil duduk. Setiap anggota penari akan menarikan gerakan yang sama. Jika sudah terdengar suara musik beserta syair-syair dengan menggunakan bahasa Aceh maka itu pertanda bahwa tarian Ratoeh Jaroe telah dimulai.

“Formasi, kekompakan dan alunan musik rapai menjadi ciri khas tarian ini. Pelantun syairnya dinamakan Shahi. Posisi Shahi saat tarian dimulai akan berada di luar barisan para penari.  Biasanya syair tersebut akan dinyanyikan juga oleh seluruh penari,”  terangnya.

Menurut Ali, tarian ini biasanya dibawakan pada acara-acara besar, seperti pernikahan,  kenduri naik haji, malam terakhir Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta memperingati Maulid Nabi SAW. “Kostum yang digunakan berupa pakaian lengan panjang yang berwarna-warni,  kain songket yang berasal dari Aceh,  ditambah dengan ikat kepala untuk mempercantik kostum penari,” tambahnya. (ar/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*