Sumber: nu.or.id

Surabaya, LiputanIslam.com– Pemimpin Redaksi Majalah Aula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), Riadi Ngasiran menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan yang kian berat sekarang ini, NU dituntut mampu memperkuat literasi dan dokumentasi. Menurutnya, NU tidak boleh terjebak dalam arus perkembangan isu media sosial (medsos) yang kadang tidak menentu.

“warga NU hendaknya tetap melakukan pendokumentasian pemikiran para ulama dan kiai lewat media cetak, termasuk buku. Karena itu lebih abadi daripada hanya merespon di medsos,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (28/12).

Menurut Riadi, kegiatan literasi dan dokumentasi merupakan salah satu solusi dalam menghadapi tantangan perkembangan media sosial sekarang ini. Apalagi isu yang berkembang di medsos sering kali belum jelas kebenarannya. “Jangan larut dengan gegap gempita medsos,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur TV9 Sururi Arumbani yang mengatakan bahwa akan lebih bermanfaat kalau mulai diupayakan membukukan pidato dan pandangan para kiai yang selama ini kian jarang dilakukan. “Padahal kalau ini digarap serius, kita kaya narasi yang mencerahkan,” ungkapnya.

Sementara Ketua PW Fatayat NU Jatim, Hikmah Bafaqih menyampaikan bahwa kegiatan literasi merupakan tugas kita bersama. “Ada banyak ruang kosong yang harus di isi oleh kita, khususnya LT NU untuk memperkaya literasi,”  ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi perbedaan, toleransi, dan cerdas dalam bermedos. “Harusnya kita membangun kesadaran diri sendiri bahwa semua orang memiliki batasan, termasuk saat bermedsos. Jangan malah melawan narasi yang tidak santun,” tambah Bafaqih. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL