Sumber: nu.or.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara halaqah di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, pada Sabtu (20/1). Acara halaqah tersebut diadakan sebagai upaya menagkal radikalisme dan terorisme yang semakin meresahkan masyarakat sekarang ini.

Ketua Umum FKPP Daerah Istimewa Yogyakarta, Habib A Syakur menyatakan bahwa forum tersebut dibuat untuk melakukan komunikasi antarpondok pesantren. Menurutnya, memang FKPP tidak bisa mengintervensi pondok pesantren manapun, tetapi FKPP bisa memberikan pemahaman tentang bahayanya radikalisme dan terorisme. “Memahamkan radikalisme,” ucapnya.

Pengurus Persatuan Islam Yogyakarta, Indra Fajar Nurdin menyampaikan bahwa pesantren selalu mencarikan solusi atas segala permasalahan yang mengganggu masyarakat. Pesantren memberikan rasa aman sehingga sudah sepatutnya pesantren menjadi benteng bagi masyarakat dari bahaya radikal dan terorisme.

“Pesantren menjadi pusat yang membentengi masyarakat dari radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Sementara Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto, Nasruddin menyatakan bahwa pesantren harus memberikan sosialisasi ke masyarakat melalui pengabdian-pengabdiannya. Pesantren harus terus memberikan pemahaman keislaman yang benar, Islam yang penuh dengan toleransi dan kasih sayang. “Ada pengabdian di daerah-daerah sembari memberikan sosialisasi tentang paham yang benar,” ungkapnya. (Ar/ Harakatuna).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*