Sumber: bengkuluekspress.com

Bengkulu, LiputanIslam.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohimin mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pembekalan keagamaan bagi calon legislator yang akan ikut kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hoax dan penyalahgunaan agama demi kepentingan politik.

“Ya, kita akan bekerja sama dengan partai politik, jadi bagi seluruh calon legislator, mereka perlu mengikuti pembekalan sebelum masuk tahapan pemilu legislatif,” ucapnya di Bengkulu, seperti dilansir rilis.id, pada Rabu (18/7).

Menurut Rohimin, pembekalan keagamaan ini pada masa sekarang sangat dibutuhkan, mengingat mudahnya penyebaran informasi bahkan hoaks yang mengatasnamakan agama. Oleh karena itu MUI juga mengajak calon legislator maupun partai politik agar tidak bersifat egosentris dan menghalalkan segala cara dalam memenangkan persaingan di 2019.

“Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah menjaga agama dan merawat bangsa, jangan sampai akhirnya kita menjadi provokator,” ujarnya.

Rohimin juga juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat harus lebih dewasa dan selektif dalam menerima informasi, sehingga tidak mudah terpancing terhadap tindakan provokasi dan agitasi.

“Kalau ada yang menyangkut dengan keagamaan, jangan langsung emosi, mari diskusikan dulu ke orang yang memiliki kapasitas, contohnya agama ke ulama, budaya ke tokoh, pendidikan ke akademisi,” tambahnya. (Ar/Rilis).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*