Sumber: kabarmakkah.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Pusat Kajian Islam Nusantara Pascasarjana UNUSIA Jakarta, Ahmad Ginanjar Sya’ban mengatakan bahwa Syekh Nawawi al-Bantani merupakan ulama yang sangat produktif dalam menulis. Syekh Nawawi merupakan seorang ulama besar yang sangat populer di kalangan pesantren.

“Sebagai ulama yang sangat produktif dalam bidang tulis menulis, Syekh Nawawi telah menghasilkan banyak karya di berbagai disiplin keilmuan yang sudah diterbitkan dan bisa dinikmati publik secara luas,” ucapnya pada acara diskusi yang bertema Syekh Nawawi al-Bantani, Mahaguru Islam Nusantara di Kampus UNUSIA Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (10/3).

Ginanjar mengatakan, melalui karya-karyanya yang melimpah ruah, dari tingkat kitab-kitab tipis dan ringan hingga kitab besar yang isinya cukup rumit, para santri secara langsung mengaji karya-karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Namun demikian, saat ini masih ada sejumlah karyanya yang belum diterbitkan dan berbentuk manuskrip. Di antaranya adalah tulisan beliau tentang sanad keilmuan beliau yang diberikan kepada Syekh Ad-Dihlawi di mana manuskrip ini juga didapati stempel asli Syekh Nawawi sendiri.

“Karya beliau yang lain adalah fath al-ghafir al-khaththiyyah syarah nadzam al-Jurumiyyah, fi syarh al-ajurumiyyah yang manuskripnya ada di Riyadh, Saudi,” ungkapnya.

Sementara, terkait alasan kenapa Syekh Nawawi memilih tinggal di Mekkah, menurut Ginanjar karena setiap ulama yang pulang dari Haromain ke tanah air pasti diawasi Belanda. Karena Belanda trauma atas perlawanan-perlawanan para kiai di Nusantara seperti Perang Jawa, Perang Menteng Palembang. Ia lebih memilih tinggal di sana ketimbang kembali ke Nusantara.

“Meski demikian, bukan berarti beliau tidak memiliki semangat nasionalisme,” ujar Ginanjar.

Justru menurut tuturan Snouck Hurgronje, lanjutnya, Syekh Nawawi memiliki dan memainkan peranan yang cukup besar dalam menjadi inspirasi perlawanan masyarakat Nusantara mengusir penjajah. “Beliau juga tidak menerima keberadaan Barat (Belanda) di Indonesia,” jelasnya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*