Sumber: breakingnews.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Sukron Kamil mengatakan bahwa paham radikal dan intoleran di kalangan milenial (anak muda) saat ini cenderung meningkat. Bahkan tidak sedikit kaum milenial yang intoleran terhadap kaum minoritas di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sukron pada acara seminar nasional yang mengangkat tema “Muslim Millennial: Menguatnya Radikalisme dan Tantangan Wawasan Kebangsaan” di Diradja Hotel, Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, pada Sabtu (1/12).

Menurutnya, berdasarkan hasil riset Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diketahui sebanyak 51 persen mahasiswa Muslim intoleran terhadap kaum Muslim minoritas seperti Syiah dan Ahmadiyah. Selain itu diketahui sebanyak 58,5 persen mahasiswa Muslim mempunyai pandangan radikal.

Sementara psikolog sekaligus peneliti radikalisme, Arijani Lasmawati mengatakan bahwa  peran orang tua sebetulnya dapat meminimalisasi munculnya paham radikalisme pada diri anak-anak. Orang tua harus menjadi figur bagi anak-anak mereka.

“Orang tua harus jadi figur dan contoh bagi anak-anak, (orang tua) jadi tokoh panutan (anak-anak), Kalau tidak (bisa jadi figur) maka anak akan mencari figur lain di luar sana,” ucapnya. (ar/republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*