Menteri Pariwisata di sekitar Infinite Studio

Menteri Pariwisata di sekitar Infinite Studio

Batam, LiputanIslam.com — Batam selama ini dikenal sebagai kota dagang. Siapa sangka, jika di Batam, terdapat sebuah studio keren yang memproduksi film dan animasi. Tak hanya film lokal, film Hollywood juga ada yang diproduksi di sini lho. Infinite Studio, demikian namanya, terletak yang terletak di Nongsa, Batam, merupakan rumah produksi film dan animasi. Studio ini berdiri sejak 2005. Di sini, produksi dan syuting film bisa dilakukan.

Film yang diproduksi hingga saat ini sudah cukup banyak, dari film animasi lokal seperti Meraih Mimpi, hingga film Hollywood misalnya Black Hat. Studio yang seperti baru hanya terdapat di Batam, dan merupakan satu-satunya di Indonesia. Banyak yang tertarik untuk memproduksi film di sini karena harganya bersaing dan lokasinya strategis.

“Untuk studio di sini sangat strategis karena dekat Singapura. Orang dari luar negeri gampang masuk,” ujar Mike Wiluan, CEO Infinite Studios.

Jika ingin produksi atau syuting film di sini, bisa sewa tempat atau kerja sama. Untuk tenaga kerjanya, mayoritas orang Indonesia. Dalam 1 film, pekerjanya bisa 75% orang lokal.

Saat dilihat dari luar, kawasan studio terlihat cukup besar. Di dalam gedung ada ruangan-ruangan dengan fungsi berbeda. Misalnya saja lokasi untuk syuting film indoor dan outdoor, SFX room, creature room, sound stage dan lain sebagainya. Saat menjejakkan kaki di lokasi syuting outdoor, terlihat area yang seperti suasana Singapura tempo dulu. Ada gedung biokop klasik, warung kopi dan lain-lain. Di sisi lainnya, tampak pula area yang seperti Candi Prambanan.

Sayangnya, saat ini Infinite Studios masih tertutup untuk umum. Namun, sudah ada rencana untuk membuka studio bagi wisatawan. “Kita lagi planning biar mereka (turis -red) bisa masuk,” ucap Mike.

Dunia digital berkaitan erat dengan pariwisata. Karena itulah, Kementerian Pariwisata berencana untuk membangun Batam Digital Valley.‎ Nanti wisatawan bisa melihat syuting film berkelas dunia.

“Bangsa ini bisa berkompetisi di ekonomi kreatif. Nanti akan dibuat Batam Digital Valley,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungannya di Infinite Studios, Nongsa, Batam, Sabtu (7/2/2015), seperti dilansi Detik.

Arief menyebutkan bahwa Batam Digital Valley dibuat sebagai creative center bagi para pekerja seni yang basisnya digital terutama film dan animasi, serta traveler yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai dunia perfilman. Di sini, traveler bisa menonton syuting film dan lain sebagainya.

Penggunaan kata Valley sendiri terinspirasi dari Silicon Valley yang ada di San Francisco, AS. Ketika ditanya kapan pembangunan dimulai, Arief pun mengatakan akan dilakukan secepatnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL