kuassa/instagram

kuassa/instagram

Bandung, LiputanIslam.com – Walikota Bandung Ridwan Kamil pernah menyampaikan satu hal dihadapan bloger Kompasiana di TMII Jakarta (22/11) “Udara di Bandung itu sejuk yang membuat orang Bandung kontemplatif, suka berpikir dan menciptakan sesuatu. Makanya di Bandung banyak musisi,” ujarnya ramah. Petikan kalimat kang Emil mungkin ada benarnya, terbukti dua musisi yang juga jago bikin program membuktikan perkataan kang Emil tersebut. Berangkat dari keterbatasan dan sebuah impian yang ingin diwujudkan, Grahadea Kusuf (paling kanan) dan Arie Ardiansya (paling kiri) menciptakan sebuah software yang bisa dipakai untuk rekaman dengan biaya murah dan dapat dilakukan dimanapun juga.

Seperti dilansir dari jpnn.com, Arie dan Dea memiliki hubungan pertemanan sejak masih duduk di bangku SMA. Karena kesamaan hobi dalam bermusik akhirnya keduanya memutuskan untuk membangun sebuah studio bersama. Setelah membangun sebuah studio, mereka tak puas dan bercita-cita membangun sebuah studio rekaman. Karena minim dana, akhirnya mereka berdua memutar otak untuk menciptakan solusinya. Dengan bantuan teknologi dan hobi ngulik, akhirnya Dea dan Arie berhasil membuat software musik yang kini diakui dunia.

Dari situlah software top asal Bandung tersebut itu bermula hingga kini digunakan beberapa musisi top dunia bahkan diakui kualitasnya tidak kalah jauh dengan produk luar negeri.

Meskipun software versi pertamanya sepi peminat, akhirnya software kedua banjir peminat. Software yang dinamakan Amplifikation One (versi pertama) dan Amplifikation Creme (versi kedua) ternyata banyak membantu dunia rekaman baik dalam dan luar negeri. Meskipun di bandrol dengan harga yang cukup murah yaitu 34 USD (kisaran Rp 415) dengan kualitas yang tidak mengecewakan, ternyata karya mereka pun tak luput dari ulah para pembajak. Itulah salah satu yang mereka keluhkan namun tak membut mereka berhenti berkreasi.

Selama tiga tahun dari 2010 hingga 2012 tercatat sudah 1.000 pengguna yang ketahuan membeli secara legal. Sisanya yang illegal tak mungkin untuk ditelurusi. Titik balik Amplifikation Creme membuat mereka berdua bersama timnya mengembangkan dan menciptakan kembali banyak software baru. Secara keseluruhan dari enam software yang kini dijual dipasaran sudah membukukan sebanyak 7.000 pengguna resmi. Luar biasa!

Para pengguna software mereka tercatat lebih banyak berasal dari luar negeri. Beberapa diantaranya dalah musisi terkenal di dunia seperti musisi dari Jepang Masahiro Aoki. Aoki adalah komposer musik video game untuk perusahaan-perusahaan di Negeri Sakura. Salah satunya Capcom. Dari Amerika ada nama Dieter Hartmann, komposer musik untuk film-film Hollywood. Di antaranya, film Butterlfly Effect, Ghost Rider: The Spirit of Vengeance, End of Watch, Watchmen, dan The Guardians of The Galaxy.

Ke depan Dea dan Arie berusaha mengembangkan bisnis mereka. Yang terdekat, mereka akan membuat software versi mobile. Mereka ingin software karya mereka ada di Google Playstore atau Applestore. ’’Mudah-mudahan segera terwujud. Ini target kami tahun depan,’’ tandas Dea. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL