Sumber: pwnujatim.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengkritik para ustad atau kiai yang hanya pintar menyampaikan materi toleransi (tasammuh) dan moderasi (tawassuth) pada ceramah-ceramah di panggung, namun kurang bisa mengamalkannya.

“Banyak yang bicara tentang tawassuth dan tasammuh. Tetapi saat bertemu dengan non-Muslim menjadi sebaliknya,” ungkap Kiai Said saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Hari Lahir Lakpesdam PBNU di Jakarta, seperti dilansir oleh NU Online, pada Kamis (20/4).

Menurut kiai Said Aqil, seseorang akan memiliki sikap moderat jika ia memiliki wawasan keilmuan yang luas dan kecerdasan. Oleh karena itu, ia mengajak warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) agar terus belajar dan mengoptimalkan kecerdasan yang dimilikinya. “Tidak mungkin tawassuth kalau tidak memiliki wawasan keilmuan,” ucapnya.

Ia menambahkan, adapun untuk menerapkan sikap toleran, seseorang harus memiliki akhlak dan berjiwa besar dalam menerima setiap perbedaan. “Kita mau tasammuh, harus memiliki jiwa yang besar. Belajar dari perbedaan cara berpikir, beda agama, suku, dan lainnya. Tanpa memiliki akhlak karimah, tidak bisa tasammuh,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Said juga mengajak segenap masyarakat  Islam Indonesia untuk meningkatkan rasa persaudaraan. “Agenda besar kita adalah bukan hanya menguatkan ukhuwah islamiyah, tetapi juga menguatkan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan antarwarga negara) dan bahkan ukhuwah insaniyah (persaudaraan antarumat manusia),” kata kiai Said. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL