Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zainut Tauhid menegaskan bahwa pernyataan Tengku Zulkarnain dalam ceramahnya yang menyebutkan bahwa pemerintah melegalkan zina adalah pendapat pribadi dan ceroboh. Menurutnya, pernyataan Tengku tersebut tidak berdasar.

“MUI tidak bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut. Apa yang disampaikan oleh Tengku Zulkarnain sama sekali tidak berdasar dan merupakan bentuk kecerobohan yang sangat nyata,” tegasnya.

Zainut mengimbau  semua pihak khususnya tokoh agama, masyarakat dan elite politik lebih bijak, cermat, dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kepada publik, agar terhindar dari berita bohong dan fitnah yang dapat membuat konflik dan kegaduhan di masyarakat.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain dalam ceramahnya mengatakan bahwa jika pemerintah menerapkan Rumusan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), secara tidak langsung pemerintah melegalkan perzinaan.

“Ada satu pasal yang membuat saya menangis, pelajar dan mahasiswa dan pemuda belum menikah yang ingin melakukan hubungan seksual maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka,” ujarnya.

Namun tak lama setelahnya, Tengku Zulkarnain menyampaikan permohonan maaf melalui akun twitter pribadinya. Ia mengaku salah dan pendapatnya tersebut tidak benar. “Setelah mencermati isi RUU PKS, saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah untuk pasangan Remaja dan  Pemuda yang ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yg salah,” tulis Tengku. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*