Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersamaan dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu), yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada April 2019 mendatang. Menurutnya, pilihlah pemimpin sesuai dengan aspirasi kita masing-masing.

“Bagimu pilihanmu, bagiku pilihanku. Anda tahu siapa yang akan kupilih, aku pun tahu siapa yang akan Anda pilih. Buat apa bertengkar? Kita punya aspirasi dan kita akan memilih yang lebih sesuai dengan aspirasi kita masing-masing. Yang penting memilih, soal mau pilih siapa, silakan,” katanya, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Rabu (9/1).

Menurutnya, pilihlah pemimpin yang paling baik atau paling banyak baiknya. “Pilihlah yang lebih banyak bagusnya atau lebih sedikit jeleknya. Jangan tidak memilih, negara ini hurus terus berjalan terlepas dari soal Anda memilih atau tidak. Gunakan hak konstitusional untuk mewarnai wajah kepemimpinan konstitusional,” ucapnya.

Bahkan dalam kaidah ushul fiqih, lanjut Mahfud, ada ungkapan dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih, menghindari keburukan itu harus lebih didahulukan daripada meraih kebaikan. Hindari pertengkaran, dan jaga kebersamaan.

“Artinya, jangan pertaruhkan masa depan dengan hal-hal yang tidak jelas, spekulatif, dan berpotensi lebih merusak,” tegasnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*