Sumber: harianindo.com

Jakarta, Liputanislam.com– Pakar Tafsir Al-Qur’an sekaligus Penulis Kitab Tafsir Al-Misbah, Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan tentang kejadian manusia, tapi juga menceritakan makhluk lain sebelum terciptanya Nabi Adam as. Namun demikian, menurutnya tidak ada penjelasan detail tentang makhluk apa yang ada sebelum Nabi Adam tersebut.

“Boleh jadi makhluk lain itu manusia purba,” ucapnya seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Senin (22/10).

Menurutnya, Al-Qur’an menceritakan bahwa penciptaan Nabi Adam melalui beberapa tahap; diciptakan dari tanah, ada proses, dan dihembuskan ruh ke dalamnya hingga ia menjadi manusia. Namun Al-Qur’an hanya menjelaskan tentang manusia yang diciptakan dari tanah dan ditiupkan ruh, tidak menceritakan tentang proses yang terjadi di tengah-tengahnya.

“Kalau bisa saya beri gambaran begini, kita punya alfabet A hingga Z. Saya sebut mulanya A, akhirannya Z. Ada ndak antara A dan Z? Banyak. Al-Qur’an hanya menceritakan A dari tanah dan menceritakan Z dihembuskan ruh. Jadi boleh jadi ada proses di sini (antara diciptakan dari tanah dan dihembuskan ruh). Al-Qur’an tidak menjelaskan ini,” jelasnya.

Sementara Kalau seandainya ada yang menganggap benar Teori Darwin ‘manusia berasal dari kera’, maka Prof Quraish berharap hal itu tidak disangkut pautkan dengan Islam. Mengapa? Karena hal itu adalah bidang ilmu dan Al-Qur’an memang tidak menceritakannya.

“Itu bidang ilmu. Kalau ilmu bisa membuktikannya, maka dia tidak bertentangan dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an hanya berkata ‘dari tanah’dan akhirnya ditiupkan ruh,” katanya.

Bahkan dalam Islam sendiri ada banyak ulama yang percaya dan membenarkan bahwa ada proses dari kejadian manusia. Salah satunya Ibnu Khaldun. Menurut Prof Quraish, Ibnu Khaldun berpandangan bahwa ada proses dari kejadian manusia hingga mencapai ‘alamul qiradah (alam kera). “Tapi dia tidak atas namakan Al-Qur’an. Dia atas namakan penelitian,” terangnya.

“Kita tidak wajar menolak Teori Darwin atas nama Al-Qur’an, tapi silahkan tolak atas nama ilmu pengetahuan. Jangan juga menerimanya atas nama Al-Qur’an, silahkan terima atas dasar ilmu pengetahuan,” tambahnya. (ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*