Sumber: nu.or.id

Demak, LiputanIslam.com– Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD mengatakan bahwa Islam Nusantara artinya mengidonesiakan Islam, adalah membawa Islam ke dalam realitas-realitas yang ada di Indonesia. Bukan memaksa orang lain atau suatu bangsa untuk masuk Islam.

“Kalau meminjam istilah Gus Dur adalah ‘membumikan’ Islam,” ujarnya pada acara Halaqah Kebangsaan Pengasuh Pondok Pesantren yang bertema Pancasila dalam Perspektif Islam Nusantara, di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, pada Selasa (24/7).

Soal keyakinan, Mahfud mengatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah memaksa siapa pun untuk masuk ke dalam Islam. “Tetapi Nabi hadir untuk mengabarkan dan menawarkan agama yang hanif (lurus),” katanya.

Setiap bangsa dan zaman, lanjut dia, memiliki sistem negaranya sendiri. Sistem yang bermacam-macam ini adalah produk ijtihad pada masanya. “Dari zaman Nabi, sahabat dan sampai sekarang, tidak ada namanya sistem pemerintahan Islam yang baku. Seiring zaman, selalu berubah-ubah,” terangnya.

Selain itu, tujuan negara adalah untuk membangun keadilan sosial. Sehingga, setiap tindakan yang ingin mengubah atau memberontak kesepakatan sebuah bangsa dianggap radikal dan berbahaya bagi keutuhan suatu negara. Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara merupakan gagasan yang dihasilkan oleh kesepakatan para pendiri bangsa.

“Dan kesepakatan ini tidak boleh dihianati oleh paham apa pun, termasuk khilafah,” tegasnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*