Sumber: nujateng.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdiyah (Jatman), Habib Luthfi bin Yahya kembali menjelaskan dan menegaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah agama baru. Menurutnya, konsep Islam Nusantara merupakan sebuah spirit penghargaan terhadap tradisi lokal yang tidak dipertentangkan dengan nilai-nilai agama.

“Jadi jangan salah paham. Masa Islam Nusantara dibilang agama baru. Terus nanti ada Nabi Jawa, Nabi Sunda gitu? Ya gak mungkin,” tegasnya pada acara Halal bi Halal Nusantara di Majlis Ta’lim Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jakarta Timur, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (29/7).

Dalam menjelaskan konsep Islam Nusantara, Habib Luthfi mengibaratkan bahwa Islam Nusantara itu seperti cara masyarakat di berbagai belahan dunia menikmati makanan dengan berbagai cara dan alatnya masing-masing. Hal itu menunjukkan perbedaan budaya yang dimiliki.

“Orang Islam di Amerika makan pakai sendok garpu baca Basmalah. Orang Islam di China makan pakai sumpit juga baca Basmalah, di Jawa makan pakai tangan juga sama baca Basmalah. Nggak ada bedanya, Yang penting yang dimakan halal dan sama-sama menyebut nama Allah. Walaupun cara makannya beda-beda. Nah itulah Islam Nusantara,” ucapnya.

Hal senada juga pernah disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU Australia, Nadirsyah Hosen. Menurutnya, akidah umat Islam sedunia itu sama. Perbedaannya terletak pada aplikasi dan ekspresi keislaman yang ada muatan lokalnya. Ia mencontohkan seperti makanan asal Amerika Kentucky Fried Chicken (KFC).

“Di setiap negara, ayam goreng yang dijual oleh perusahaan ini memiliki ciri khas masing-masing. Di Indonesia, menu ayam goreng dinikmati dengan nasi dan di Australia disandingkan dengan kentang,” ujarnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*