Sumber: gatra.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Ketum MUI), KH Ma’ruf Amin ikut prihatin terkait polemik kasus korupsi KTP Elektronik (E-KTP). Menurut Kiai Ma’ruf, sulitnya menangkap pelaku tersebut karena kejahatan korupsi dilakukan secara berjemaah.

“Kan berjemaah sekarang. E-KTP itu berjemaah ternyata itu. Tapi tidak mudah menangkap koruptor itu ternyata,” ujarnya saat memberikan Tausyiah Kebangsaan di Gedung PBNU Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, pada Rabu (11/10).

Kiai Ma’ruf mengingatkan, bahwa kejahatan korupsi saat ini telah menjadi ancaman yang membahayakan bangsa. Jika korupsi tidak diberantas, maka akan menimbulkan kegaduhan. “Ancaman yang juga menjadi kajian kita akan tetap menimbulkan kegaduhan kalau korupsi tidak diberantas. Korupsi ini penyakit laten yang sekarang sudah dilakukan secara jamaah,” ucapnya.

Menurutnya, koruptor yang selama ini di tangkap sebenarnya hanya kelas teri saja. Sementara, koruptor yang mencuri uang negara sebesar triliun masih dibiarkan berkeliaran. “Yang bisa tertangkap itu yang apes saja. Kadang-kadang yang kecil-kecil yang ketangkap, yang hanya Rp 100 juta Rp 200 juta, dan Rp 300 juta. Tapi yang miliaran bahkan triliunan itu gak ketangkap-tangkap,” ungkapnya.

“Ini kita memang harus ada upaya kita di dalam menghilangkan korupsi itu. Pertama mengedukasi masyarakat sejak dini untuk tidak melakukan korupsi. Korupsi itu kan ngambil harta tidak sah, ya tidak boleh. Jangankan korupsi, kita ambil harta orang tanpa adanya imbalan itu sudah gak boleh,” tambah Kiai Ma’ruf. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL