Sumber: poskotanews.com

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat sedih melihat apa yang berkembang di media sosial, yakni saling menghujat, menjelekkan, mencela, memfitnah, dan hoaks. Menurutnya, hal seperti ini sangat berbahaya. Demikian ia sampaikan saat menutup Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional Tahun 2018 Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Kamis (29/11) malam.

“Sering kita lupa bahwa proses ini memang setiap 5 tahun ada, baik pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden ada terus. Sehingga sangat rugi besar kalau kita, misalnya dalam majelis taklim tidak saling sapa gara-gara pilihan gubernur atau pilihan bupati atau pilihan wali kota atau pilihan presiden,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengimbau masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menghadapi pesta demokrasi dengan sebuah kedewasaan. “Saya kadang sedih gitu, misalnya isu mengenai Presiden Jokowi itu PKI. Saya kadang menceritakan, saya lahir itu tahun ‘61. PKI itu dibubarkan tahun ’65-’66, umur saya baru 4 tahun. Tapi ini dikembang-kembangkan, logikanya tidak masuk, enggak ada yang namanya PKI balita. Saya masih balita itu, masih umur 4 tahun, tapi itu dikembang -kembangkan terus,” katanya.

Sebelumnya pada awal pidatonya, Presiden memberikan apresiasi kepada Grup Sabyan Gambus. Menurutnya, melalui Sabyan, bangsa Indonesia diingatkan bahwa selawat dan khazanah Islam dapat berpadu dengan semangat zaman, menjadi semakin menarik dan semakin indah, serta semakin dapat menjangkau lebih banyak orang dan lintas negara dengan menggunakan teknologi terbaru.

“Sabyan muncul sebagai grup kasidah dengan gaya milenial dan fenomenal. Saya lihat kemarin di YouTube yang melihat videonya sudah hampir 174 juta, sudah hampir sebanyak jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya.

“Saudara-saudara sedang menyiarkan Islam, Saudara-saudara sedang menghadirkan rasa damai di hati umat yang mendengarkan, dan Saudara-saudara sedang membangkitkan optimisme dan perilaku positif bangsa dan Saudara-saudara terus membesarkan peradaban dan kebudayaan Islam,” ungkap Presiden. (ar/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*