gusdur-saidJakarta, LiputanIslam.com — Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj menunjukkan kegeramannya terkait situs-situs Wahabi yang provokatif. Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu pemerintah sempat menutup situs-situs tersebut, hanya saja, penutupan itu tidak berlangsung lama.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Said ini, kelompok Wahabi gemar membuat onar kesana kemari. Ia berharap seluruh organisasi yang merongrong NKRI agar segera dilarang. (Baca: Pembuat Onar, Pesantren Wahabi Ajari Merakit Bom)

Berikut ini, cuplikan pidato Kang Said;

Website online Wahabi ada 22, seperti al-Ummah dll, yang diusulkan oleh BNPT kepada Kementrian Informasi dan Komunikasi agar ditutup. Salah satunya ada yang berasal dari Tasikmalaya, ada dari Jakarta dan Yogyakarta. Website itu memprovokasi agar kita semua, bangsa Indonesia, mau ikut Wahabi dan meninggalkan Ahlussunah Wal Jamaah. Saya usulkan kepada pemerintah, agar website itu dilarang, ditutup. (Baca: Pak Menteri, Ini Situs yang Harus Dibasmi)

Berkali-kali saya minta kepada presiden yang lalu, sekarang pun akan kita sampaikan lagi, organisasi-organisasi yang akan menggerogoti nasionalisme kita, negara kesatuan kita, harus segera dilarang.

Tantangan kita berat. Wahabinya di Malang, bukan di Arab, yang selalu kesana kemari sengaja membikin onar, membuat kacau di tengah-tengah masyarakat yang telah berakidah Ahlussunah Wal Jamaah.

 Oleh karena itu, NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan kita menghormati Bhineka Tunggal Ika, adalah harga mati bagi Nahdlatul Ulama.

Siapa yang berani menganggu NKRI, NU harus berada di depan mempertahankan NKRI. Mari kita bangun Islam Indonesia, Islam Ahlussunah Wal Jamaah, Islam yang membawa rahmat dan hidayah bagi seluruh ummat manusia.

Ini yang bisa kita harapkan, berupa kemajuan dan karya-karya dari ummat yang hidup dengan tentram, aman dan damai.

Lha kalau perang terus, kyainya mau ceramah di tengah jalan ada bom, akhirnya balik meneh.

Masyarakat mau kumpul di alun-alun seperti ini, ada bom, bubar…

Yang bikin desertasi, baru nulis dua baris, ada bom…ya tutup sudah ngga jadi nulis. Maka, tidak ada kemajuan-kemajuan Islam yang bisa kita harapkan dari Arab Timur Tengah.

Kemajuan Islam yang bisa kita harapkan adalah dari Islam Nusantara, khususnya Islam Indonesia, khususnya Islam Nahdlatul Ulama. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL