foto detik.com

foto detik.com

Bandung, LiputanIslam.com – Indonesia kembali harum namanya dalam kancah dunia. Kali ini dua siswa asal SMU Plus Muthahhari Bandung berhasil memperoleh medali perak kategori Ilmu Matematika dalam 8th International Scientific League of PAYA di Iran, 29-30 Juli lalu.

Dua siswa itu bernama Muhammad Haidar dan Muhammad Fadhl ‘Abbas. Mereka membuat kelompok dengan seorang siswa dari SMA YAPI, Bangil, Jawa Timur, Muhammad Fadhil Zhafron.

Hebatnya lagi, ketiganya mengikuti kompetisi kriteria internasional mengalahkan peserta yang tidak sembarangan diantaranya dari Inggris, Italia, Tunisia, India, Pakistan, dan banyak negara lainnya. Pelajar Indonesia ini berhasil berkompetisi dan mengalahkan siswa dari negara-negara maju.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara kedua ini, apalagi PAYA ini kejuaran sains dan matematika untuk siswa menengah paling bergensi di dunia umumnya dan khususnya di kawasan Timur Tengah,” sambung Asep Amir Hamzah, guru SMU Plus Muthahhari, yang juga bertindak sebagai pembina, seperti diberitakan oleh detikcom, Senin (10/8/2015).

Sementara untuk peraih medali emas diraih siswa dari Tunisia. Kompetisi sendiri digelar di Syahid Behesti University di Teheran, ibu kota Iran, dengan dibuka oleh Deputi Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi.

Sementara itu menurut Dimitri Mahayana, pendamping ahli kedua siswa tersebut, yang juga Dosen STEI ITB mengatakan para pemenang kompetisi semacam ini selayaknya terus dikembangkan dan dibina agar kelak bisa memberikan solusi dalam industri teknologi tinggi maupun solusi kemasyarakatan praktis.

“Kemenangan ini juga menandakan tidak ada masalah dengan bibit unggul generasi muda Indonesia. Jika ternyata bangsa kita masih belum kompetitif, saya yakin bukan persoalan sumber daya, tapi mungkin ada regulasi yang salah,” pungkasnya. Semoga kiprah para siswa juara ini tidak berhenti hanya disini saja. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL