Sumber: beritahati.com

New York, LiputanIslam.com–  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi menyampaikan bahwa tidak ada satu pun negara yang terbebas dari rasisme, intoleransi, dan kebencian. Bahkan akhir ini semakin menguat kekerasan atas nama agama dan terorisme. Oleh karena itu, menurut Menlu diperlukan aksi bersama untuk mendorong dialog global yang mempromosikan toleransi dan perdamaian.

Demikian hal itu disampaikan Menlu pada saat pengesahan resolusi Sidang Majelis Umum (SMU) PBB untuk memerangi terorisme dan tindakan kekerasan yang dimotivasi oleh kebencian terhadap agama, di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir setkab.go.id, pada Kamis (4/4).

“Sebagai negara yang terdiri dari berbagai ras, suku etnis, dan agama, Indonesia menyampaikan kesiapannya untuk berbagi pengalaman mengenai kultur kebinekaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Menlu juga menyampaikan bahwa Indonesia mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Christchurch, Selandia Baru pada tanggal 15 Maret 2019 lalu. Indonesia bersama Kuwait juga telah mensponsori Press Statement DK PBB yang mengutuk kejadian keji tersebut.

Dengan telah disahkannya Resolusi SMU PBB melalui konsensus, maka upaya Indonesia untuk menyikapi secara cepat dan tegas aksi terorisme di Christchurch telah berhasil mendapatkan dukungan lebih luas dari negara-negara di dunia. Menlu juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan dan memelihara budaya toleransi di kalangan masyarakat. (aw/setkab).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*