hari buruh

Foto: Antara

Jakarta, LiputanIslam.com — Hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei mendatang akan diperingati dengan turunnya satu juta buruh ke jalan-jalan, untuk menyuarakan aspirasi. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI, Said Iqbal mengungkapkan, tuntutan para buruh ini antara lain:

  1. Para buruh menolak kenaikan upah dua tahun atau lima tahun sekali.
  2. Menjalankan jaminan pensiun buruh pada Juli 2015.
  3.  Penambahan anggaran Jaminan Kesehatan.
  4. Penghapusan outsourcing.
  5. Penurunan harga bahann pokok.
  6. Pengakhiran keserakahan perusahaan atau end corporate greed.

Iqbal menyoroti kasus perusahaan yang memproduksi merek terkenal, namun menggaji para buruhnya dengan upah tidak layak. “Begitulah karakter pengusaha korporasi. Makanya isu Mayday KSPI adalah end corporate greed,” ungkapnya, seperti dilansir Liputan6.

Buruh juga tidak pernah setuju dengan rencana kenaikan upah minimum dua tahun sekali, apalagi lima tahun sekali. Penolakan tersebut juga dilontarkan Tripatrit Nasional serta Dewan Pengupahan Nasional dari unsur Buruh.

“Naik satu tahun sekali saja, nilai upah enggak mencukupi hidup layak minimal 84 item Komponen Hidup Layak (KHL), apalagi naik dua tahun sekali. Ingat, upah buruh Indonesia masih lebih rendah dari buruh Thailand, Filiphina, Malaysia yang merasakan kenaikan upah setahun sekali,” jelas Said.

Rencananya, para buruh akan mendatangi Istana Negara untuk langsung menyampaikan tuntutannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun mereka memastikan bahwa peringatan Mayday ini akan berlangsung aman, tidak akan ada aksi pemblokiran jalan tol, dan akses-akses penting lainnya seperti bandara.

Lantas, bagaimana tanggapan Jokowi?

Presiden Jokowi meminta masyarakat agar tidak takut terhadap Mayday,  karena kegiatan itu mencerminkan kegembiraan para pekerja. “Ya gak papa, yang dipenting dijaga agar berlangsung tertib dan aman,” kata Presiden dalam acara peletakan batu pertama ‘Program Sejuta Rumah’. Jokowi menambahkan bahwa pemerintah serius menyiapkan dan menyediakan rumah untuk para pekerja.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Djoko Mursito menyebutkan program sejuta rumah terdiri atas 603.516 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah untuk non-MBR. Dari total jumlah MBR, tahap I dibangun sebanyak 331.693 unit, tahap II 98.020 dan tahap III 173.803 unit. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL