Lomba yang menuai kontrovesri warga Depok/Intelijen.co.id

Lomba yang menuai kontrovesri warga Depok/Intelijen.co.id

Depok, LiputanIslam.com – Setelah menuai protes keras dari masyarakat baik melalui sosial media maupun warga Depok secara langsung, akhirnya Toko Buku Gramedia membatalkan acara bedah buku “Akulah Istri Teroris” karya Abidah El Khalieqy.

Awalnya poster lomba berdandan mirip istri teroris menuai kehebohan di media sosial. Bahkan beberapa nitzen beranggapan poster tersebut merupakan hoax atau berita bohong. Namun setelah ditelusuri ternyata poster tersebut benar apa adanya, namun karena mendapatkan reaksi keras dari sejumlah elemen masyarakat TB Gramedia Depok akhirnya urung melaksanakannya.

Meskipun sudah dibatalkan oleh TB Gramedia, pihak penyelenggara tetap mengadakan bedah buku tersebut di sebuah rumah makan di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat (31/5) seperti diberitakan ANTARA.

Polisi akhirnya turun tangan dan memberhentikan acara karena dianggap tidak memiliki izin serta dikhawatirkan menimbulkan gejolak masyarakat yang akan berakhir pada tindakan anarkhis.

“Karena tidak mempunyai izin untuk menyelenggarakan acara tersebut maka kami hentikan,” kata Kabagops Polresta Depok Kompol Tri Yulianto, Minggu.

Penyelenggara Multievent Organiser, Anang Dwi Sambodo mengaku terpaksa membatalkan acara kontroversial tersebut.

“Ya acaranya terpaksa dihentikan karena mendapat penolakan keras dari masyarakat Depok,” katanya.

“Setelah adanya publikasi melalui media sosial, saya mendapat banyak kecaman negatif dari yang lembut hingga yang keras. Bahkan ancaman untuk dibunuh jika tetap menggelar lomba tersebut,” katanya.

Dia meminta maaf kepada yang tersinggung oleh rencana lomba tersebut. “Lomba sebenarnya bukan bermaksud untuk menghina,” ujarnya.

Sang penulis bukus, Abidah El Khlieqy mengaku terkejut dengan langkah polisi itu karena menurutnya buku tersebut adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kehidupan sehari-hari istri teroris dan tidak lebih dari itu.

Dia menulis buku itu berdasarkan banyak referensi dan rangkaian penelitian hingga ke Poso, Sulawesi Tengah.

“Saya wawancara dengan beberapa istri teroris, mengetahui kehidupan dan hati mereka. Mereka itu juga manusia, punya cita-cita dan anak. Namun stigma negatif yang didapat mereka dari masyarakat selama inilah yang didapat,” katanya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL