menlu2Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi akan berkunjung ke Ramalah, Palestina untuk meresmikan konsulat kehormatan. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christian Nasir, peresmian konsulat ini merupakan bentuk keseriusan Indonesia dalam membantu Palestina.

Arrmanatha menjelaskan, Menlu Retno akan bertemu dengan Menlu dan Presiden Palestina, dan ia memilih mengunjungi Ramalah karena ingin menyasar sektor pariwisatanya. Setiap tahunnya, ada 50 ribu orang yang berkunjung ke Ramalah.

“Ramalah penting untuk dijaga, WNI banyak yang ke sana.Konsulat yang ditugaskan di sana diharapkan mampu meningkatkan hubungan sosial ekonomi Indonesia dan Palestina,” paparnya.

Arrmanatha berharap investasi pariwisata dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia diperkuat meskipun jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Palestina hanya sedikit.

mahaBerkenalan dengan Maha Abu Susheh, Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina

Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Siti Sofia Sudarma mengatakan Indonesia memilih Maha Abu Susheh sebagai konsul kehormatan Indonesia di Ramalah, Palestina, karena sosoknya yang berpengaruh.

“Dia adalah pengusaha yang cukup terkemuka, berpengaruh, dan punya perhatian kepada Indonesia,” kata Sofia, seperti dilansir Tempo, (7/3/2016). Ia mengatakan Maha dipilih oleh Kementerian Luar Negeri dengan persetujuan Presiden Joko Widodo, karena Maha adalah sosok yang cukup disegani.

Maha, saat ini berusia 55 tahun. Ia dikenal di Palestina sebagai Ketua Bisnis Forum Wanita Palestina. Maha menjabat sebagai manajer di perusahaan kontraktor milik keluargnya Abu-Shusheh Contracting Co. sejak 1988. Dia juga terjun ke bisnis keluarganya yang bermain sebagai agen tunggal mobil pabrikan Prancis Peugeot di Palestina.

Maha pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Riwaq (Asosiasi Pelestarian Warisan Arisitektur Palestina). Ia juga menduduki kursi dewan pengiriman barang Palestina.

Ia juga tercatat sebagai anggota Pusat Perdagangan Palestina (Paltrade), Asosiasi Pebisnis Palestina, Pusat Budaya Khalil Al-Sakakini, Dewan Pembina Universitas Al Quds dan anggota Konservasi Musik Nasional Palestina.

Berkat perjalanan karirnya tersebut, berdasarkan artikel di situs Theglobeandmail.com tahun 2006, Maha masuk 50 besar orang yang berpengaruh di Arab berdasarkan Forbes Arabia. Ia adalah wanita satu-satunya dari Tepi Barat dan Gaza yang masuk daftar tersebut. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL