penerbanganJakarta, LiputanIslam.com — Ketika anak-anak ditanya apa cita-cita mereka, maka profesi yang sering disebutkan biasanya adalah ingin menjadi pilot, yang menunjukkan antusias mereka terhadap dunia penerbangan. Namun jika melihat kondisi dunia penerbangan kita hari ini, maka realitasnya masih jauh dari harapan.

Salah satunya adalah maskapai penerbangan Susi Air milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ia mempekerjakan pilot-pilot asing untuk menjalankan bisnis penerbangannya. Ketika ditanya lebih jauh, Susi mengaku tidak punya pilihan lain lantaran minimnya tenaga pilot yang tersedia di Indonesia, apalagi untuk rute penerbangan ke daerah-daerah yang ekstrem, diperlukan keahlian khusus, yang sayangnya, belum banyak dimiliki oleh pilot lokal.

Padahal di sisi lain, perkembangan bisnis penerbangan di Indonesia juga mengesankan dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pesawat-pesawat baru terus berdatangan, bandara-bandara dibangun dan dipercantik. Masyarakat yang menjadi penumpang pesawat pun jumlahnya terus bertambah.

Hanya saja, operasional penerbangan belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat umum. Oleh karena itu tak jarang cita-cita yang sudah diangankan sejak kecil tidak bisa digapai saat dewasa.

Demi memupuk cita-cita di dunia penerbangan, majalah Angkasa mengajak pembaca anak-anak-nya untuk lebih mengenal operasional penerbangan. Majalah Angkasa bersama Simulator Dirgantara Indonesia berinisiatif menggelar ajang Angkasa Junior Pilot Day 2015 yang dilaksanakan pada Rabu-Kamis, (11-12/3). Angkasa Junior Pilot Day kali ini adalah yang kedua setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada 2014.

Darri laporan Kompas, Angkasa Junior Pilot Day berisi pengenalan operasional penerbangan secara sederhana. Pada hari pertama, anak-anak dikenalkan pada instrumen dasar pesawat lewat simulator berbasis personal computer (PC). Dengan simulator tersebut, anak-anak akan diajarkan untuk menerbangkan pesawat Cessna (baling-baling) dan Boeing (jet).

Sedangkan pada hari kedua, anak-anak diajak berkunjung dan berkenalan langsung dengan para personil di dunia penerbangan. Pada satu hari tersebut, anak-anak akan diajak berkunjung ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengenal operasional bandar udara.

Selanjutnya juga dilakukan pengenalan dengan dunia awak kabin (pramugari/pramugara) dan pilot maskapai Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi (GSO). Dan terakhir, mereka akan dikenalkan dengan perawatan pesawat di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

“Kami berharap acara ini mampu merangsang minat anak-anak Indonesia untuk mewujudkan cita-citanya di dunia penerbangan nasional,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Angkasa, Adrianus Darmawan.

Menurut Darmawan, dunia penerbangan nasional masih memerlukan banyak sumber daya manusia dari dalam negeri untuk berbagai posisi. Dengan semakin banyaknya sumber daya manusia dari dalam negeri, diharapkan penerbangan nasional juga akan lebih berjaya di dalam negeri maupun internasional. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*