Tedjo-Edy-Purdjianto-600x350Jakarta, LiputanIslam.com – Tedjo Edhie Purdijatno, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengungkapkan modus-modus baru yang digunakan oleh organisasi teror dalam merekrut anggota baru. Salah satunya adalah dengan menggunakan agen tur luar negeri.

Kronologisnya, WNI yang ingin bergabung dengan kelompok jihad, berpura-pura menjadi turis yang berwisata ke luar negeri. Di sini, agen tur memainkan perannya. Ketika sampai di tempat tujuan, maka mereka pun menghilang tanpa jejak.

“Iya (cenderung menaik). Kemarin juga ada orang yang melalui modus baru, melalui tur begitu sampai di negara tertentu, mereka menghilang. Ini salah satu modus, tetapi ini kita waspadai. Dan data itu ada di kepolisian maupun BIN,” ujar Tedjo di STIK, Jakarta Selatan, 3 Maret 2015 seperti dilansir Merdeka.

Menurut Tedjo, ada laporan agen tur yang terdaftar berkerjasama dengan jaringan terorisme. Tedjo mengaku sudah mulai menelusuri ini dari laporan BIN juga.

“Iya, mereka harus mempertanggungjawabkan ini. Dan sampai kapan mereka kembali kan dari travel itu kan ada, waktu kembalinya dan kita cek siapa saja yang belum kembali,” ujarnya.

Tedjo mengatakan, pengarahan Presiden Jokowi kepada pimpinan TNI dan Polri fokusnya terkait terorisme. Presiden meminta pengawasan ditingkatkan dari sisi intelejen.

“Kita mewaspadai jangan sampai itu terjadi jangan sampai kejadian ada baru kita waspadai. Karena ini sudah mendunia masalah terorisme,” ujarnya.

Kata Tedjo, Presiden menegaskan tindakan pencegahan adalah nomor satu dibandingkan penindakan. Pencegahan seperti pembinaan-pembinaan, melalui agama, budaya, dan sebagainya itu adalah salah satu cara untuk melaksanakan pencegahan.

“Tadi yang disampaikan presiden sudah jelas. Pencegahan nomor satu. Baru penindakan kalau memang terjadi,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*