Sumber: nu.or.id

Cirebon, Liputanislam.com– Sekretaris Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) sekaligus Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Nurhata mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak naskah kuno yang belum dikaji dengan baik. Menurutnya, banyak naskah kuno khususnya tentang Cirebon melimpah dan tersebar di beberapa tempat, seperti keraton, pesantren, dan rumah warga. Tetapi, hal itu masih banyak yang belum dikaji secara ilmiah.

Demikian hal itu disampaikan Nurhata saat Babar Naskah di Saung Perjuangan, Karyamulya, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar), seperti dilansir NU Online, pada Minggu (6/1).

“Namun, sayangnya naskah-naskah itu masih banyak yang belum tergali dengan baik secara ilmiah,” ucapnya.

Nurhata mengatakan bahwa naskah-naskah itu terdiri atas berbagai jenis, seperti naskah keagamaan, babad, primbon, dan sebagainya. “Saya berharap generasi muda menanamkan kecintaan terhadap naskah kuno, agar kekayaan intelektual masa lalu dapat dilestarikan oleh generasi berikutnya. Sekaligus untuk menguak berbagai fakta yang mungkin belum diketahui saat ini,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Cirebon, Agung Firmansyah menyampaikan bahwa babar naskah merupakan diskusi rutin bulanan tentang pernaskahan Nusantara, khususnya membahas khazanah naskah Cirebon dan sekitarnya. Masyarakat juga diharapkan lebih peduli dengan naskah-naskah kuno.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memantik perhatian masyarakat akan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan di tingkat lokal, dan membangun kebanggaan masyarakat bahwa Cirebon memiliki tradisi literasi yang tinggi, baik secara kualitas maupun kuantitas,” tandasnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*