Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), HA Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa Muslimat NU merupakan pilar kokoh penjaga bangsa. Dalam catatan sejarah, Muslimat NU ikut berjuang merebut kemerdekaan. Muslimat NU merupakan simbol bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu disampaikan Helmy pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Ke-73 Muslimat NU serta Doa untuk Keselamatan Bangsa, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Minggu (27/1).

“Muslimat memiliki sejarah panjang. Perempuan-perempuan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) ini bahkan ikut berperang angkat senjata pada zaman kemerdekaan,” ucapnya.

Menurutnya, basis sejarah dan tradisi warga Muslimat NU dari dulu hingga saat ini adalah semangat juang dan cinta tanah air. “Semangat juang serta militansi yang luar biasa kepada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan rasa cinta tanah air menjadikan Muslimat NU sebagai pilar kokoh penjaga bangsa,” ungkapnya.

Oleh karenanya, pada kesempatan itu Helmy juga berpesan kepada seluruh kader Muslimat NU agar senantiasa terus menyemaikan perdamaian di lingkungan masing-masing. Segenap kader Muslimat NU harus tanggap dan peka terhadap segala sesuatu yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Waspada terhadap  isu-isu SARA, fitnah dan hoaks.

“Ibu-ibu Muslimat memiliki cara yang ampuh. Bahkan, tadi ada deklarasi anti fitnah dan hoaks. Ini membahagiakan sekaligus mengharukan. Maka, ke depan saya yakin peran Muslimat NU semakin kuat dan signifikan untuk kesatuan dan persatuan,” tandasnya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*