Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), HA Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa Islam Nusantara layak menjadi rujukan masyarakat internasional. Banyaknya konflik dan juga gejolak yang belakangan ini kerap mengguncang dunia internasional semakin membutuhkan Islam yang ramah dan toleran, yakni seperti Islam Nusantara.

“Tentu saja Islam yang ramah, yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan juga sebagaimana diwariskan para ulama, utamanya di Nusantara layak dijadikan rujukan dan referensi internasional,” ujarnya pada pembukaan Forum High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyah Islam (HLC-WMS), seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Selasa (1/5).

Helmy berharap forum pertemuan ulama dunia tersebut dapat memberikan sumbangan yang konkret bagi dakwah Islam yang ramah pada level internasional. Forum yang melahirkan keputusan dan rekomendasi bersama tentang pengembangan dan komitmen mengajarkan dan mendakwahkan Islam yang santun dan toleran.

“Para Cendikiawan, ulama dan juga akademisi akan menuangkan gagasan dan juga sumbangsih pemikiran yang dituangkan dalam komitmen bersama. Ini sangat penting untuk perkembangan dakwah Islam Internasional,” ucapnya.

Forum ini digelar oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP). Tokoh ulama dan cendekiawan yang hadir di antaranya berasal dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Lebanon, Suriah, Aljazair, Singapura, Filipina, India, Bangladesh, China, Australia, Perancis, Kanada, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Jepang, Thailand, Malaysia, Arab Saudi, Uzbekistan, Inggris dan Rusia. Kemudian dari Iran, Timor Leste, Sri Lanka, Palestina, Italia, Bosnia-Herzegovina dan Yordania (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL