Sumber: pepnews.com

Kuningan, LiputanIslam.com– Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), KH Masrur Ainun Najih menyatakan bahwa santri itu laksana pohon pisang, walaupun ditebang, tetapi tunas-tunas baru akan terus tumbuh dan bermunculan. Hal itu disampaikan Kiai Masrur saat acara temu alumni Buntet Pesantren di Hotel Ayong, Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (2/1).

“Saya mengapresiasi teman-teman panitia atas terselenggaranya kegiatan ini di malam pergantian tahun. Ini bagian dari kecenderungan kita untuk terus mengenal masa lalu dan tidak ingin ketinggalan zaman,” ucapnya.

Menurut Kiai Masrur, santri sekarang semakin berkembang dan maju. “Inilah santri zaman now; khotmil Quran, Tahlilan, dan Marhabanan di hotel, bukan di pondok. Artinya, kita sedang menyelaraskan modernitas dengan tradisi yang selama ini dipertahankan,” ungkapnya.

Di lain kesempatan, ia juga mengatakan bahwa keberadaan santri dan para kiai dari kalangan NU sangat diharapkan turun langsung ke kampung-kampung. Sebab, di televisi sudah didominasi ustadz atau penceramah yang berseberangan dengan NU. Dalam hal itu, ia berpikir, barangkali memang sudah digariskan Allah.

“Kalau di televisi sudah tidak memungkinkan untuk mendominasi, maka tugas kiai dan santri NU adalah menjangkau orang-orang yang ada di akar rumput. Ini sudah dijatah oleh Allah. Bagian kita bukan di televisi, tetapi langsung tatap muka dan bersentuhan dengan audiens,” tuturnya.

“Kita ini penganut Islam santai. Tidak terlalu serius, juga tidak terlalu bercanda. Banyak ngguyon, tetapi ada isinya. Santai saja,” tambah Kiai Masrur. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL